Sejarah

Sejarah Lahirnya KAHMI

Kongres VIII HMI di kota Solo termasuk kongres monumental, karena Solo adalah basis “merah” di saat itu. Sedangkan HMI sendiri saat itu dianggap organisasi kader yang dapat merintangi kekuasaan komunis saat itu. Lantaran itu, muncul seruan untuk membubarkan HMI.

Sebelum prahara G30S/PKI pada 1965, Wali Kota Solo dijabat Utoyo Ramelan berlatar komunis. Solo dan sekitar juga terkenal sebagai daerah merah. Wali Kota Utoyo Ramelan ini terkenal dengan pendirian lokalisasi “Silir” pada 1958.

Sebelum peristiwa G30S/PKI, Ketua CC PKI DN Aidit pernah berkata di GOR Senayan, “Pakai kain sarung saja jika tak bisa membubarkan HMI.”

Tetapi HMI selamat dari konflik ideologi di dekade 1960-an. Karena itu, Kongres HMI VIII di Solo punya makna yang menyejarah dan disebut sebagai kongres monumental. Dan pada kongres ini pula, Nurcholis Madjid terpilih sebagai Ketua Umum PB HMI yang kedua kalinya. Periode kedua, Cak Nur, sapaan akrab Nurcholis Madjid terpilih pada Kongres IX di Malang, Jawa Timur. Dan Cak Nur sendiri menyebutnya sebagai kecelakaan sejarah, karena memimpin PB HMI dua periode. “Ini sebuah kecelakaan sejarah,” kata Cak Nur.

Kongres VIII HMI Solo pada 1966 termasuk unik. Agar berbaur, para peserta diinapkan di rumah-rumah penduduk. Bukan di gedung atau hotel.

Ide mendasar terbentuknya KAHMI adalah keinginan adanya wadah kekeluargaan alumni HMI. Pada tahun 1966 saat itu HMI masih berusia 19 tahun, bak gadis yang tengah mekar-mekarnya, tetapi para alumni HMI sudah bertebaran di mana-mana.

Pada pemerintahan Bung Karno sudah ada alumni HMI yang berperan. Tahun 1960-an bahkan hingga kini, HMI terkenal sebagai distributor (pemasok) birokrat dan akademisi di perguruan tinggi terkenal. Di dunia jurnalistik bahkan hingga kesenian pun, pada era 1960-an para alumni HMI cukup berperan dan menonjol.

Pokoknya, semua medan khidmat yang bersentuhan dengan masyarakat luas, keberadaan para alumni HMI (KAHMI) cukup diperhitungkan. Lantaran itu, para alumni itu butuh wadah berhimpun yang bersifat kekeluargaan.

Hasrat perlunya wadah itu kemudian tersalurkan pada Munas Alumni HMI pada forum Kongres VIII HMI yang di Solo pada 10-17 September 1966. Melalui Deklarasi Munas alumni HMI 15 September 1966, disepakatilah untuk membentuk Korps Alumni HMI yang kemudian disahkan pada 17 September 1966. Itulah yang menandai sebagai milad KAHMI.

Pada awalnya KAHMI sendiri merupakan badan khusus HMI sebagai tempat informasi sekaligus berfungsi sebagai wadah konsultasi bagi HMI setempat. Namun seiring perjalanan waktu, perkembangan KAHMI mengalami berbagai dinamika, mengalami pasang surut mengikuti irama zaman, walau sama-sama lahir dari rahim Kongres VIII HMI Solo, akhirnya terdapat perbedaan organisatoris yang sangat mendasar antara KAHMI dan KOHATI.
Saat ini KOHATI masih memiliki hubungan organisatoris dengan HMI, Sedangkan KAHMI yang semula memiliki hubungan organisatoris dengan HMI, pada tahun 1987 secara resmi “putus hubungan” dengan HMI secara organisasi.

Putusnya hubungan organisatoris ini tidak lain disebabkan, karena pada saat itu KAHMI sudah menjadi ormas tersendiri. Sejak 1987 itu pulalah kemudian dibentuk Presidium KAHMI Nasional atau Majelis Nasional KAHMI. Masa jabatan presidium MN KAHMI selama lima tahun dan dipilih Kembali pada setiap musyawarah nasional. Tahun 2022 ini, Munas KAHMI sudah yang ke 11, dan akan diselenggarakan di Kota Palu, Sulawesi Tengah, tepatnya pada 24 – 28 November 2022.

Yakusa

*Disarikan dari berbagai sumber

Login

Welcome to Typer

Brief and amiable onboarding is the first thing a new user sees in the theme.
Join Typer
Registration is closed.