Oleh: Ruslan T. Sangadji. Sekretaris Panitia Daerah Munas XI KAHMI 2022

Musyawarah Nasional (Munas) Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI), bukan forum biasa. Bukan pula forum kangen-kangen atau sekadar kumpul-kumpul biasa. Bukanlah forum reuni SMA seperti yang sedang ramai akhir-akhir ini.

Munas KAHMI itu forum bertemunya para tokoh. Tempat berkumpulnya para cerdik pandai. Tempat para pengambil kebijakan di negara ini duduk bersama membicarakan banyak hal untuk kepentingan nasional.

Para Menko, sebut saja Mohammad Mahfud MD, Airlangga Hartarto, dan para menteri lainnya seperti Bahil Lahadalia, Suharso Monoarfa dan banyak menteri yang lain, adalah tokoh-tokoh KAHMI yang akan hadir di Munas XI pada 24-28 November di Palu.

Munas XI KAHMI itu menjadi rebutan daerah-daerah. Ada tujuh daerah di Indonesia yang berebut menjadi tuan rumah Munas KAHMI. Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Barat, DI Jogjakarta, Jawa Timur, Bandar Lampung dan Sulawesi Tengah.

Setelah melewati rangkaian panjang pembahasan di Majelis Nasional KAHMI, akhirnya Sulawesi Tengah terpilih sebagai tempat pelaksanaan Munas XI KAHMI. Proposal Sulawesi Tengah lebih meyakinkan daripada daerah lain. Sulawesi Tengah hadir dengan narasi sebagai daerah bekas bencana (gempa bumi, tsunami dan likuefaksi) yang masih membutuhkan sentuhan pemerintah pemerintah pusat untuk menuntaskan beberapa bengkalai.

Sulawesi Tengah, oleh banyak orang mengidentikan dengan daerah rawan terorisme. Kehadiran Munas KAHMI di Palu, Sulawesi Tengah, dapat membuktikan bahwa darah ini aman dikunjungi oleh siapapun juga. Tidak seram seperti yang ada di berita-berita.

Narasi lainnya adalah, sebagai daerah pascabencana, trauma warga itu masih ada. Kehadiran Munas XI KAHMI, menjadi bagian dari trauma healing itu.

Majelis Nasional KAHMI berkunjung ke Palu, untuk melakukan verifikasi faktual. Bertemu dengan Gubernur, DPRD Sulteng, Kapolda, Danrem, Alkhairaat dan sejumlah pihak lainnya di Kota Palu. Kunjungan itu semakin menambahkan keyakinan Majelis Nasional KAHMI, bahwa Kota Palu layak menjadi tuan rumah munas.

Proposal KAHMI Sulteng yang didukung secara tertulis oleh Gubernur Sulteng, Rusdy Mastura dan Ketua DPRD Sulteng, Nilam Sari Lawira, akhirnya dapat memberikan keyakinan kepada Presidium Nasional KAHMI, yang ketika itu koordinatornya adalaha Ahmad Riza Patria, Wakil Gubernur DKI Jakarta. Maka diputuskanlah Palu menjadi tuan rumah Munas XI KAHMI.

FORUM LOBI UNTUK KEPENTINGAN SULTENG

Di awal tulisan ini, saya menyebut, Munas KAHMI bukan forum biasa. Bukan pula forum kangen-kangen atau sekadar kumpul-kumpul biasa. Bukanlah forum reuni SMA seperti yang sedang ramai akhir-akhir ini.

Munas KAHMI itu forum bertemunya para tokoh. Tempat berkumpulnya para cerdik pandai. Tempat para pengambil kebijakan di negara ini duduk bersama membicarakan banyak hal untuk kepentingan nasional.

Anggota KAHMI itu ada di semua medan khidmat. Mulai dari pengusaha kecil, menengah hingga pengusaha besar. Anggota KAHMI itu ada akademisi, birokrat dan politisi hingga pengangguran.

Kehadiran mereka ke Munas XI KAHMI, bukan tak bermakna. Mereka telah berpikir apa yang harus dilakukan untuk Sulawesi Tengah. KAHMI Sulteng telah menyiapkan konsep untuk bernegosiasi dengan para pengambil kebijakan secara nasional yang hadir di Munas KAHMI nantinya. Negosiasi untuk kepentingan KAHMI? Bukan. Tetapi negosiasi untuk kepentingan Sulawesi Tengah.

Banyak bengkalai yang harus dibenahi. Munas KAHMI adalah kesempatan bagi Sulawesi Tengah. Munas KAHMI ini forum yang disiapkan oleh para alumni HMI untuk Sulawesi Tengah. Manfaatkan kesempatan itu untuk kemanfaatan bersama bagi daerah.

DAMPAK

Lima tahun lalu, Munas KAHMI berlangsung di Medan, Sumatera Utara. Presiden Jokowi hadir dan membuka forum terhormat para alumni HMI itu. Saat itu, panitia mencatat ada lima ribu orang yang hadir. Mereka itu para peserta dan peninjau.

Tahun ini, Palu mendapat kehormatan sebagai tuan rumah. Panitia daerah Munas XI KAHMI mendata, paling tidak ada 6 ribu orang yang bakal hadir ke Kota Palu. Mereka yang datang itu karena tiga acara: 1. Munas KAHMI sendiri. 2. KAHMI Expo. 3. KAHMI Peduli.

Orang sebanyak itu datang ke Palu, pasti berdampak terhadap kota ini. Paling tidak, ada positif terhadap peningkatan pendapatan masyarakat dari sektor jasa dan perdagangan. Yang paling besar, adalah pada sektor konsumsi dan jasa.

6 ribu orang yang makan tiga 3 kali sehari selama Munas XI KAHMI. Mereka yang ribuan itu menginap di hotel besar, kecil dan home stay, dengan asumsi termurah Rp350 ribu per malam selama lima malam, itu sudah Rp8,5 miliar. Belum lagi, jika 2 ribu orang menggunakan jasa rental kendaraan selama 3 hari, 2.500 orang belanja oleh-oleh dari UMKM di Kota Palu, sebut saja rata-rata Rp500 ribu per orang. Dan 2.500 orang ngopi di warkop berapa banyak itu uang beredar selama Munas.

Bank Indonesia punya cara untuk menghitung peredaran uang selama berlangsungnya suatu kegiatan di daerah setempat. Dari situlah baru kita bisa memastikan berapa besaran uang beredar selama berlangsungnya Munas KAHMI.

Jadi, APBD-P Rp14 miliar yang telah disahkan oleh DPRD, tidaklah sia-sia. Anggaran itu, sesungguhnya dari kita dan kembalinya ke kita juga. Maka pertanyaan seperti judul artikel ini, Munas KAHMI untuk siapa? Jawabannya telah termaktub di dalam artikel ini.

Yakin Usaha Sampai

Wassalam

Contributor

Login

Welcome to Typer

Brief and amiable onboarding is the first thing a new user sees in the theme.
Join Typer
Registration is closed.